Monday, February 16, 2009

Bila Waktu Bertanya padaku soal Hati

Dan ketika waktu bertanya pada hatiku
Aku sedang mengubahnya menjadi baja
Bila waktu bertanya soal jiwa
Kehancuran tiada menyisa
Titik titik air mata membawaku hanyut dalam keresahan
Saat Sang Kuasa bersabda
Inikah untuk meluruskan kegelisahaan
Banyak dosa kubuat
Banyak sadar kupunya
Namun itu hanya angin lalu
Bisikan usang di hati yang terlupa demi nikmat sesaat
Aku ingin kembali
Tapi kakiku putus satu
Sungguh, ingin aku kembali
Menyemai benih iman lugu
Menanami ladang surga
Sungguh, ingin aku kembali
Mendengar firman lalu berbangga
Aku ingin kembali dari kehancuran
Aku ingin kembali menjejali jiwa dengan sabda Tuhan

Saturday, February 14, 2009

Tak Berpilihan

Bukan waktu singkat aku dan kau hingga di tempat ini
Bukan selalu melewati hari cerah kita berjalan hingga ke tempat ini
Pernahkah kau sadari, seletih apapun kakiku melangkah
Menyusuri setiap peluh juga tawa riang
Mengais setiap tusukan juga pelukan
Bukanlah dendam yang ingin kukenang
Namun kecupan yang ingin kusimpan
Bertabur dan berhias keikhlasan dan berkah

Dengar sayang,
Bila waktu berputar dan kau mengingkar
Betapa hancur lebur jiwa serta raga
Andai buih kebohongan meluruh di sisi hati
Betapa pedih pilu meradang
Aku tetap manusia biasa
Dengan canda manja dan amarah
Aku tetap gadis setia
Walau kau melupa meski sesaat
Dan aku ingin tetap memelukmu
Demi segenap rindu yang mengiris kalbu
Lalu merapuh
Aku berharap untuk selalu memelukmu
ketika setiap detik berdetak bersamamu
Aku berharap untuk selalu menyentuhmu
ketika kau bermuram meragu
Aku berharap untuk bisa berikan tubuhku
ketika kau marah dan ingin menjauh
Dan,
Aku berharap akan pelukanmu ketika letih kakiku
Aku berharap akan candamu ketika aku melempar marah padamu
Aku berharap belaianmu ketika aku membeku dalam keras kepalaku
Aku berharap kecupanmu ketika aku merasa cemburu, dan katakanlah bahwa aku hanya milikmu
Aku hanya mengharapmu